Pemkab Sarolangun akan Surati Polres Kerinci

Pertanyakan Penetapan Tersangka Kadis PUPR

SAROLANGUN-Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra mengaku prihatin atas penetapan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sarolangun, sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi proyek peningkatan jaringan irigasi pada tahun 2016 di Desa Sungai Tanduk, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci.

“Kita turut prihatin, kita ikuti saja proses hukum mereka, saya pikir ini masalah hukum, insa allah kita ikuti saja, kita hormati, itu saja. Kita sangat prihatin karena salah satu kepala dinas kita diumumkan tadi sore,” kata Cek Endra, Senin (31/12/18) malam kemarin, saat menghadiri dzikir akbar pergantian tahun baru di Masjid As-Sulton Sarolangun.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Drs H Tabroni Rozali, mengatakan bahwa pihaknya akan segera melayangkan surat ke Polres Kerinci, mempertanyakan penetapan tersangka yang ditujukan kepada salah satu pejabat di Sarolangun itu.

“Belum ada pemberitahuan (Dari Polres Kerinci), Insa allah kita akan surati Polres Kerinci, mempertanyakan penetapan beliau sebagai tersangka,” katanya.

Baca juga: Warga Minta 2 Tersangka Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi Ditahan

Kata Sekda, sebagaimana lazimnya, jika seorang pejabat berhalangan dalam menjalankan tugasnya, maka akan segera dilakukan penunjukan pelaksana tugas, apalagi jika sedang menjalani proses hukum.

“Ya, kalau memang beliau diperkara hukum tersangka, akan mengikuti itu dan diminta pertanggungjawabannya. Minta laporannya dan dinasnya akan kita tunjuk pelaksana tugasnya, bagaimana lazimnya kalau seseorang berhalangan tetap, kita akan tunjuk pelaksana tugas,” katanya.

Atas kondisi tersebut, Sekda berharap agar para pejabat di Sarolangun menjadikannya sebagai pengalaman, agar ke depan dalam menjalankan tugas untuk hati-hati dan teliti melihat pekerjaan apakah sudah sesuai dengan hukum atau tidak.

“Kasian melihat beliau, ini pengalaman bagi pejabat di Sarolangun, agar hati-hati melaksanakan tugas, karena berat tanggungjawabnya. Hati-hati teliti melihat secara hukum apa yang kita buat sudah betul atau tidak secara hukum,” katanya.

Untuk diketahui, penyidiki reserse kriminal khusus (Reskrimsus) Polres Kerinci belum lama ini telah menetapkan dua orang tersangka pada kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jaringan irigasi tersebut, dua orang tersebut adalah kontraktor inisial IM dan IZ yang merupakan kuasa pengguna anggaran di Dinas PU Provinsi Jambi dan saat ini menjabat di Kabupaten Sarolangun.(se31)