Pemkab Rapat Tertutup Bahas PETI LB Bedorong

Anggota DPRD Sarolangun Muslim, yang juga tokoh masyarakat Limun,  saat dimintai keterangan,  mengaku tidak ada undangan untuk ikut hadir dalam membahas persoalan peti di Lubuk Bedorong tersebut.

Namun sepengetahuannya,  memang masyarakat Desa Lubuk Bedorong, menolak keberadaan alat berat atau aktivitas PETI di Desa Lubuk Bedorong,  tepatnya di Sungai Sipah.

Katanya,  masyarakat ingin mempertahankan dan melestarikan sungai Sipah yang memang sejak nenek moyang di Desa tersebut,  sungai itu selalu asri.

” Saya Dapat info diatas (Lubuk Bedorong. red)  itu ada namanya sungai Sipah, dari nenek moyang kita itu sungai itu lumbungnya emas. Nah,  masyarakat desa Lubuk Bedorong ingin menjaga  keutuhan dan kelestariannya,  dan jangan sampai di rusak,  kalau masyarakat luar masuk kesitu,  pasti kita usir. Kita hanya ingin melestarikan, “katanya.

Apalagi,  menurutnya sungai sipah tersebut merupakan satu satunya sungai yang masih asri di Kecamatan Limun, jadi jika sudah dirusak oleh PETI, tentu sungai di Kecamatan Limun akan rusak karena akvitas illegal itu.

”  Satu satunya sungai yang ada di kecamatan Limun,  hanya itu. Kalau itu di rusak juga,  ya habis. Kalau lokasi sungai Sipah itu, jarak tempuhnya dulunya dua hari satu malam perjalanan,  kilometernya ratusan, “jelasnya.

Makanya,  ia berharap agar jajaran Pemkab Sarolangun,  pihak Kemananan dari TNI/Polri, bersama masyarakat untuk saling sinergi, dalam mengatasi persoalan itu,  dengan harapan sungai sipa itu bisa dipertahankan.

Salah seorang Pemuda, Desa Lubuk Bedorong, Padil Husri,  saat dimintai keterangan,  Minggu (29/04), mengatakan bahwa warga memang menolak adanya alat berat masuk ke wilayah sungai sipa untuk aktivitas peti, bahkan masyatakat sudah pernah membakar satu alat berat sekitar empat bulan yang lalu.

” Informasi yang baru bahwa ada 10 alat berat masuk saat ini, dan masyarakat tidak mau terjadi itu. bahkan sudah pernah bakar alat berat sekitar empat bulan lalu. Karena telah beroperasi,  masyarakat menolak keras, “sebutnya.

Selanjutnya,  ia berharap agar aktivitas PETI tidak ada di wilayah sungai sipah,  Desa Lubuk Bedorong. apalagi menggunakan alat berat,  karena dengan pakai alat berat, menururnya Hutan sipa tidak akan bisa bertahan lama kelestariannya,  apalagi lima tahun kedepan,  sehingga dampaknya kepada masyarakat lubuk bedorong.

“Kita harap pihak keamanan bertindak dan bersinergi menjaga kelestarian hutan dan sungai Sipah, karena hutan itu diharapkan satu satunya aset peninggalan nenek moyang untuk dinikmati masyarakat secara turun temurun,”tukasnya. (so31)