Orang Tua Santriwati Desak Pihak Berwajib Amankan Habib

WAWANCARA : Orang tua saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media. Photo : raden suhur

Tak Rela Anaknya Dinikahi Secara Paksa

MUARABULIAN– P. Batubara, yang merupakan ayah kandung Santriwati MG (18) korban yang dinikahi Habib Bahrun (70) beberapa bulan lalu, mendesak pihak berwajib untuk segera mengamankan Habib Bahrun. Selaku orang tua, dirinya tidak ridho putrinya dinikahi secara paksa tanpa seizinnya serta istri.

Rasa kecewa yang sangat dalam itu juga dirasakannya saat melihat putri tercinta selalu mengurung diri setelah kejadian tersebut. Trauma yang cukup dalam terlihat diraut wajah putrinya karena dinikahi Habib Bahrun secara paksa.

“Saya minta pihak berwajib segera amankan Habib Bahrun. Atas kejadian itu, Habib Bahrun, serta pihak Pesantren Irsyadul Ibad Pemayung harus bertanggung jawab. Pernikahan itu tidak sah karena tidak ada izin dari saya selaku orang tua MG,”tegas P Batubara.

Batubara menegaskan, jika kasus ini tidak digubris oleh pihak pihak yang berwenang, maka selaku orang tua korban, dirinya akan terus melaporkan kasus tersebut. “Jika tidak digubris, sampai kapanpun saya akan tetap melaporkan kasus ini. Demi Allah saya tidak ridho anak saya diperlakukan seperti ini,”kesalnya.

Kepada sejumlah awak media P Batubara menuturkan bahwa, dalam kasus tersebut pihak MUI serta Kemenang kabupaten Batanghari terkesan tutup mata. Bahkan, MUI mengeluarkan surat terkait pernikahan Habib Bahrun dan MG yang menurut MUI sudah sah menurut Islam.

“Tidak habis pikir saya dengan kasus ini. Bayangkan saja, sudah jelas jelas pernikahan tanpa sepengetahuan saya, tanpa seizin saya, malah MUI mengeluarkan surat yang isinya pernikahan tersebut sah dilakukan menurut ajaran Islam. Untuk itu, kepada pihak dan para ulama’ yang mendegarkan keluhan ini, kami mohon petunjuk, apakah benar pernikahan tanpa seizin orang tua itu sah dilakukan menurut ajaran Islam,”kesal P Batubara.

Terkait pernikahan tersebut MG (korban) mengaku tidak terima dengan kejadian yang telah menimpanya. Apa lagi dia dinikahi oleh sang Habib tanpa sepengetahuan orang tuanya.” Saya tidak mau menikah. Tapi saat itu saya diam saja, saya takut bang, karena memang di Pesantren namanya seorang habib itu diagungkan,” kata MG dengan wajah kesal.(hur)