Oprit Jembatan Parit 10 Teluk Majelis Memprihatinkan

MEMPRIHATINKAN : Kondisi oprit jembatan Parit 10 Desa Teluk Majelis. Photo : hendri

MUARASABAK – Kondisi oprit jembatan Parit 10 Desa Teluk Majelis, Kecamatan Kuala Jambi, tepatnya di dekat Pasar Senin Teluk Majelis, saat ini memprihatinkan. Pasalnya, oprit jembatan tersebut kerap rusak walaupun sudah sering diperbaiki.

Jembatan yang telah dibangun permanen beberapa tahun tersebut, sangat menganggu pengguna jalan. Karena kondisi oprit sekitar 8-10 centimeter dari badan jembatan, sehingga kendaraan warga, baik kendaraan motor maupun mobil kerap tersangkaut di oprit tersebut.

Seperti yang dibenarkan oleh Nari, salah seorang warga setempat yang rumahnya tidak jauh dari jembatan tersebut mengatakan, bahwa warga setempat maupun pengelola Pasar Senin sudah sering memperbaiki dengan material seadanya dan secara swadaya. “Setiap Senin, pasar ini dibuka, jadi banyak warga yang datang ke pasar menjadi terganggu dengan kondisi oprit jembatan itu,” katanya menceritakan.

Selain itu juga, dengan kondisi oprit jembatan seperti itu, sering pengguna jalan terjatuh. Apalagi bagi pengedara yang belum tahu kondisi oprit jembatan yang sering rusak, banyak yang jatuh. “Kalau kami warga disini sudah faham bagaimana kondisi jalan disini, jadi kami tahu mana yang rusak. Tapi kalau orang luarkan bisa membahayakan,” sebutnya.

Terpisah, Kepala Desa Teluk Majelis, Sukardi saat ditanya terkait kerusakan oprit jembatan Parit 10 tersebut membenarkan. Dia mengatakan, bahwa kerusakan itu bukan pertama kali, melainkan sudah sering kali. “Kami juga sudah serin perbaiki, tapi tetap juga rusak,” katanya ketika ditemui di kantornya, Senin (6/8) kemarin.

Anehnya, hanya Satu oprit jembatan saja yang rusak, sedangkan yang satunya tidak pernah rusak. Diakuinya, kerusakan oprit jembatan itu juga sering memakan korban, karena sudah sering penggunan jalan yang jatuh dijembatan itu. “Untuk itu, untuk kerusakan yang sekarang akan kita perbaiki lagi dengan bahan material seadanya, agar tidak memakan korban lagi, dan masyarakat bisa dengan leluasa pergi ke pasar,” ungkapnya.

Ditambahkannya, meskipun oprit jembatan itu bukanlaha tanggung jawab pihak desa, melain Pemerintah Kabupaten Tanjabtim, namun pihaknya akan melakukan perbaikan sementara. “Ya, saat ini kita hanya bisa melakukan perbaikan sementara dengan bahan seadanya,” tukasnya.(Hen)