[OPINI] Honorer Juga Ingin Berlebaran !!!

 Oleh Yordan

Kabar baik bagi PNS dan pensiunan akan mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) begitu pun dengan tenaga honorer di instansi pusat juga akan mendapatkan hal yang sama yang diberikan oleh pemerintah. Namun itu tidak berlaku untuk tenaga honorer yang berada didaerah. Tidak kah pemerintah daerah memiliki rasa bahwa tenaga honorer yang juga merupakan pekerja yang mengabdi untuk daerah dengan resmi berbekal kontrak kerja ada yang berbekal SK Bupati dan ada juga SK dari kepala OPD.

Tenaga honorer itu bukan pekerja ilegal, sudah selayaknya diberikan sedikit perhatian oleh pemangku kebijakan didaerah, agar tenaga honorer juga diberikan THR yang mungkin itu jumlahnya tidak seberapa namun akan sangat berarti bagi mereka.

Honorer itu juga manusia yang ingin merasakan kebahagian berlebaran dengan sedikit bantuan dari pemerintah daerah berupa pemberian THR seperti apa yang didapat oleh PNS dan pensiunan PNS, pemerintah pusat saja mengalokasi untuk THR tenaga honorer kenapa pemerintah daerah tidak mengambil kebijakan yang sama dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah pusat.

Padahal sudah jelas baik negeri maupun swasta tenaga kerja itu diberikan THR, kenapa tenaga honorer tidak diberikan THR, apa yang salah dengan tenaga honorer apakah hanya tenaga nya saja yang diberikan dengan imbalan gaji yang tidak sesuai dengan UMK. Sedangkan mereka tidak sama sekali dipikirkan oleh pemerintah daerah honorer juga ingin berlebaran.

Dengan dalih tidak adanya aturan yang mengatur pemberian THR untuk tenaga honorer daerah, sedangkan pemerintah pusat saja mengalokasikan THR untuk tenaga honorer di instasi pemerintah pusat, sudah selayaknya pemerintah daerah juga mengikuti langkah yang diambil pemerintah pusat dengen memberikan THR untuk tenaga honorer.

Rasa sedih tentu dirasakan oleh ribuan tenaga honorer yang mengabdi didaerah, dengan melihat para PNS dan pensiunan menerima THR dengan tersenyum, sedangkan tenaga honorer hanya bisa menahan rasa sedih bahwa mereka ( Honorer_red) tidak diberikan THR oleh pemerintah daerah.

Penulis adalah wartawan Sarolangun Ekspres/sarolangunonline.com yang bertugas di Kabupaten Tanjabbar, provinsi Jambi