Lahan Kampung Madani Dibayar Tahun Depan

WAWANCARA: Wartawan Sarolangun Ekspres saat mewawancarai kepala DPKPP. Poto:wahid

DPKPP Sebut Tidak Ada Masalah

SAROLANGUN-Pemerintah Kabupaten Sarolangun saat ini bersama TNI Kodam II/Sriwijaya-Kodim 042 Sarko, tengah melakukan pembangunan Kawasan Kampung Madani Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Lubuk Jering, Kecamatan Air Hitam, seluas lahan 10 hektar.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Sarolangun, H Saipullah, Selasa (04/12) kemarin, mengatakan, bahwa saat ini sudah dibangun perumahan warga SAD sebanyak 57 unit, Puskesmas Pembantu, Gedung Pertemuan, Lapangan Bola Kaki, Lahan Pertanian dan Perkebunan serta juga fasilitas lainnya seperti MCK.

“Sampai saat ini progres pembangunannya sudah hampir selesai dan diperkirakan akhir tahun ini sudah rampung,” katanya.

Kemudian untuk pembebasan lahan kampung madani SAD ini, katanya akan dilunasi pada tahun 2019 mendatang, karena sebenarnya sudah dianggarkan pada APBD Perubahan tahun anggaran 2018, karena tidak ada ketok palu sehingga pembayaran dilakukan pada APBD Murni tahun 2019 mendatang.

“Karena ada perjanjian masyarakat silahkan digunakan lahan, kita dari Pemda akan bayar di APBDP, karena tidak ada ketok palu, kita bayar di tahun 2019. Tidak masalah lagi, kita sudah tanya BPN, orang yang kompeten tidak ada masalah,” katanya.

Katanya soal harga lahan perhektarnya memang sebesar 45 juta per hektar, karena berisi tanaman pohon karet.

“Akan ada tim khusus untuk melakukan penilaian besaran harga, kita sudah janji akan bayar,  bukan tidak mau bayar. Yang dibangun inikan masih 10 hektar. 45 juta satu hektar, Pemkab yang akan bayar sepenuhnya dan tidak ada masalah. Totalnya ada 20 hektar, karena akan ada penambahan lahan,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Bupati Sarolangun Cek Endra, belum lama ini mengatakan bahwa pembebasan lahan Kampung Madani yang saat ini sudah dibangun akan diselesaikan tahun depan, sementara sebagiannya lagi belum ada pembebasan lahan.

“Kemarinkan di APBD P harusnya, tapi dari awal sudah kita anggarkan, dan sudah masuk. Setelah Januari ini kita selesaikan dan tidak masalah, memang yang satukan belum dibebaskan, baru kita yang membangun hanya sebagian yang kita manfaatkan,” katanya.(so31)