KPHP Limau: Minyak Kepayang Diolah Jadi Sabun, Body Lotion dan Minyak Urut

Untuk pengembangan produk ini, lanjutnya, saat ini KPH Limau memiliki 23 kelompok masyarakat di Kecamatan Batang Asai dalam membina masyarakat untuk mengolah buah kepayang menjadi Minyak Kepayang, dimana pihaknya memberikan fasilitas peralatannya. KPH sendiri membeli minyak kepayang kepada masyarakat sebesar Rp 30 ribu perkilonya, dan jika dijadikan sabun atau body lotion, pihaknya untuk pertama kalinya menjual kepada seputaran KPH Limau sebesar Rp 50 ribu, karena sabun itu bukan sabun biasa tapi sabun yang memiliki kualitas.

“Kalau bahan baku cukup banyak, tersedia di hutan alam kita, terutama hutan lindung di Limun dan Batang Asai, dan di Batang Asai tersebar pohon kepayang di semua desa, kita ada sekitar 23 kelompok binaan KPH, kita coba dampingi mereka agar bisa mengolah buah kepayang lebih baik dan kita justru dorong, untuk menjual minyak kepayang ini, kita fasilitasi peralatan dari KPH, dan harapannya efektifitas dan efesiensi kelompok dalam pengoilahan kepayang ini terus di dorong, minyak ini kita beli dengan petani Rp 30 ribu perkilo,” jelasnya.

“Kalau sudah jadi, seperti sabun dan lotion ini, sudah melalui tekhnologi dicampur beberapa zat kimia, per 100 mililiter kita jual untuk pertamanya ini Rp 50 ribu, ini bukan sabun murahan, ini kategori sabun berkualitas. Untuk sekarang ini kita baru mulai, kita baru mengolah sabun, sekitar satu galon, nanti kita lengkapi dulu legalitasnya supaya sabun ini bisa beredar, dan kita siap produksi besar-besaran,” jelasnya.

Ia juga mengharapkan dukungan semua pihak untuk proses pengembangan produk ini, karena menurutnya potensi ini sangat diharapkan apalagi ini akan menjadi produk minyak kepayang satu-satunya di Indonesia, karena pohon kepayang ini katanya di seluruh dunia hanya ada di Kabupaten Sarolangun.

“Asalkan dapat dukungannya, karena mengolah bahan-bahannya, ada beberapa zat kimia, untuk proses formulasinya yang harus kita beli dan harganya juga tidak murah. Kita ngolahnya di kantor KPHP Limau sementara ini, harapannya kedepan dapat dukungan berbagai pihak, agar kami bisa mengolah prodak turunan ini dengan baik, karena kita ini produk ini memiliki tenaga khusus, memiliki lab dan memiliki standar produksi sesuai dengan SNI,” tukasnya.(so31)