Kopi Liberika, Permintaan Pasar Tinggi, Produksi Rendah

Prof.Johanes : Berdasarkan Hasil Penelitian Tim UNJA Kopi Liberika Berkhasiat Salah Satu Obat Penangkal Kanker.

KUALATUNGKAL- Kopi Liberika yang merupakan Kopi unggulan dari Kabupaten Tanjabbar yang sudah memiliki hak paten sangat diminati oleh berbagai negara. Hanya saja sejauh ini sulit nya memenuhi tinggi permintaan pasar dari berbagai negara.

Banyak yang belum mengetahui akan kelebihan kopi liberika karena punya keunggulan dalam antibioksida dan juga berdasarkan hasil penelitian tim UNJA, Kopi liberika tersebut menjadi salah satu obat penangkal kanker. “ Sangat banyak khasiat dari Kopi Liberika ini, karena rasa nya sangat berbeda dengan kopi robusta, Kopi liberika ini mirip coklat namun berasa kopi, “ Ujar Peneliti UNJA Prof. Johanes Didampingi Rekannya DR Samardi Yakop.

Menurut Profesor Ini, permintaan pasar akan kopi liberika ini sangat tinggi, maka pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas perkebunan untuk perluasan lahan kopi liberika

yang menjadi target melalui dana APBN seluas 100 hektar dan dana APBD seluas 50 hektar. “ Untuk membuat kopi liberika itu terkenal mesti memili branding kan sekarang ini belum ada, seperti Kopi Toraja itu brendingnya Kopi para dewa, kalau gagasan saya Kopi liberika bukan hanya nikmat tapi berkhasiat, “ Ungkapnya.

“ Peneliti dari UGM saja menyebut Kopi liberika diberi nama diminum coklat tapi rasa kopi karena kopi liberika itu tidak hitam namun mirip coklat, “ Sambungnya.

Selain itu kata Johanes, kendala juga ada pada kelompok tani karena pecking kopi liberika berbeda antara sri utomo dengan sido muncul, sehingga itu membuat konsumen menjadi binggung. “ Kopi liberika itu menjanjikan permintaan meningkat terus, hanya saja akibat kemarau 2015 lalu sehingga produktifitas rendah akibat lahan yang rusak, “ terangnya.

Untuk itu, ia memberikan saran kepada pemkab tanjabbar membuat ketentuan dengan memfasilitasi dinas perkebunan untuk membuat adanya peraturan semisal perdes, seperti yang dilakukan kabupaten batanghari lahan sawah tidak boleh menjadi lahan sawit, begitu juga dikawasan betara yang menjadi sentra kopi liberika jangan dicampur dengan sawit. “ Dilahan kopi tidak diperkenankan menanam sawit hendaknya khusus menjadi lahan kopi, kalau pinang boleh dicampur sari kan tidak ada masalah, kalau sawit itu menyerap air dan akan membuat kopi menjadi mati, “ jelasnya.

Dia menambahkan, untuk satu tahun produksi kopi liberika sangat rendah hanya 300 kg, sedangkan kawasan yang ada dibetara itu 900 hektar dan yang baru digarap tidak sampai sepertiganya. “ Vietnam saja mampu produksi 4 ton setahun, minimal kita ini bisa 2 ton saja itu sudah bagus, “ tandasnya.(So29)