Kisah Bedil Pak Linggam Bukti Perjuangan Rakyat Sarolangun

KISAH: Bedil Pak Linggam saat di pamerkan di Sarolangun Expo dalam rangka HUT Kabupaten Sarolangun Ke-19. POTO: Wahid/sareks

Pertama Kali Ikut Pameran Sarolangun Expo

SAROLANGUN – Pagelaran Sarolangun Expo sebagai ajang promosi produk unggulan seni dan budaya, dalam meriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Sarolangun ke-19 Tahun 2018.

Menariknya, untuk pertama kalinya, benda-benda bersejarah ditampilkan pada malam pertama pembukaan sarolangun expo, Rabu (10/10) malam kemarin. Salah satunya, Bedil Pak Linggam.

Bedil Pak Linggam, merupakan salah satu benda bersejarah yang pernah dimiliki rakyat Sarolangun sebagai senjata untuk perlawanan pada masa penjajahan Belanda tempo dulu.

Menurut Bujang Zaini, salah satu anggota organisasi pecinta sejarah Sarolangun tempoe doelu, bedil pak linggam ini merupakan rampasan dari belanda yang saat itu bernama panglima linggam.

Bedil panglima Linggam dirampas oleh seorang pejuang rakyat Sarolangun bernama H Saudagar, warga Ujung Tanjung, Sribulan.

Ia merupakan salah satu pendiri pesantren Tebu Ireng di Jawa, H Saudagar di kenal sebagai orang yang berjasa bagi agama dan kehidupan masyarakat Sarolangun. Kala itu H Saudagar juga diberi gelar sebagai bendahara perang serikat abang.

“Inikan (bedil pak linggam-red) pusaka dari serikat abang, pejuang rakyat Sarolangun. Kalau sejarah bedil pak linggam, ini rampasan punya Belanda panglima Linggam, dirampas oleh H Saudagar, orang ujung tanjung sribulan,” ungkap Bujang Zaini.

Khususnya pada saat perang melawan pasukan penjajah Belanda, hingga kemerdekaan dicapai, Bedil Pak Linggam, tetap di jaga dan dirawat oleh ahli warisnya.

Berdasarkan cerita rakyat, dulu ketika akan terjadi bencana di Sarolangun, bedil pak linggam ini secara otomatis akan berbunyi, namun hanya terdengar dari kejauhan. Sementara jika jarak dekat, bedil pak linggam itu akan menggetarkan rak-rak piring di dalam rumah.

“Kalau dekat rak piring yang getar dan berbunyi, pernah dibuktikan Suud Halami di Muara Indung, dulu sebelum ada kabut asap bunyi dia, tau-tau setelah bunyi ada bencana besar,” katanya.

Sayangnya, benda bersejarah bedil pak linggam ini hanya dipamerkan satu malam saja,dikarenakan para ahli waris hanya mengizinkan satu malam saja, saat malam pembukaan sarolangun EXpo di lapangan KONI Sarolangun Sport Center.

“Karena dari yang punya, dia diizinkan semalam saja, dan ini baru pertama kali keluar dari rumah. Selain bedil itu, ada juga Pedang gandengan pak linggam, kris serikat abang, senjata melayu klewang, roda pedati, cermin nan gedang umur ratusan tahun desa Tendah di kecamatan CNG,” katanya. (So31)