Kedatangan Empat WNA, Kesbagpol Sarolangun Merasa Kecolongan

Empat Wiasatawan yang berkunjung ke Kecamatan Batang Asai. Photo: Ist

SAROLANGUN – Kedatangan empat warga negara asing (WNA) yang melakukan kunjungan ke Kecamatan Batang Asai beberapa hari lalu (3/11), membuat pihak Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sarolangun gerah. Pasalnya, pihak ke tiga yang membawa para tamu asing tersebut tidak melaporkan kunjungannya, sehingga pihak Kesbagpol merasa kecolongan.

Priyo Sutopo, Kepala Seksi (Kasi) Kesbag dan Bina Ormas Kesbagpol Kabupaten Sarolangun saat dikonfirmasi terkait kunjungan 4 Warga Negara Asing (WNA) tersebut menilai, bahwa pihak yang membawa WNA tersebut menyalahi prosedur karena tidak melaporkan kedatangnya ke pihak Kesbagpol Sarolangun.

“Kunjungan tersebut bisa dikatakan menyalahi prosesur, karena sebelum mereka masuk ke Kabupaten harus memberitahu atau melapor ke Kesbangpol,” kata Priyo Sutopo, Kepala Seksi (Kasi) Kesbang dan Bina Ormas Kesbangpol Sarolangun.

Menurutnya, hingga saat ini pihak Kesbagpol belum tahu maksud dan tujuan dari kunjungan 4 warga asing tersebut. Apakah dalam rangka kunjungan wisata atau lakukan penelitian.

“Yang kami khawatirkan jika dalam kunjungan tersebut terjadi hal -hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan dan insiden yang lainnya, maka kami akan diminta pertanggung jawaban,”terangnya.

Terpisah  Kepala TPHP Limau Sarolangun, Misriadi selaku pihak yang membawa empat WNA ke Kecamatan Batang Asai saat dikonfirmasi awak media mengatakan, bahwa kunjung para turis tersebut dalam rangka ingin melihat langsung proses pengolahan minyak kepayang. Dengan harapan mereka bisa membantu pemasaran hingga ke pasar internasional. Karena minyak kepayang hanya ada di Sarolangun, artinya kunjungan mereka ini positif.

“Oh  iya..prosedur melapor sudah dilakukan sebagaimana mestinya. Kami sudah melapor ke Polres Sarolangun namun untuk ke Kesbang hanya diberi surat tembusan,’’ akunya.

Menanggapi masalah surat tembusan untuk Kesbang Sarolangun yang disebutkan oleh TPHP Limau Sarolangun, pihak Kesbangpol membantah tidak menerima adanya surat tersebut.(se9/jenn)