Kadesnya Ditetapkan DPO, Desa Talang Emas tak Bisa Cairkan DD

SAROLANGUN –  Desa Talang Emas, KecamatanSingkut, sampai pertengahan bulan Agustus ini belum melakukan pencairan Dana Desa (DD) baik tahap I maupun pada tahap II. Padahal, sebanyak 148 desa lainnya di Kabupaten Sarolangun,  sudah mencairkan dana pusat tersebut baik tahap I maupun Tahap II.

Kepala BPKAD Emalias Sari, melalui Kabid Belanja, Ahmad Subhan, Jumat (10/8) kemarin, mengatakan bahwa pihaknya sudah berupaya agar Dana Desa tersebut bisa dicairkan, untuk direalisasikan. Bahkan, baru-baru ini pihaknya sudah berupaya dengan melakukan koordinasi ke BPK Provinsi Jambi dan Perwakilan BPKP Jambi.

“Pencairan dana desa tahap I dan II sudah selesai, tahap ketiga nunggu laporan realisasi dari para kades. Hanya saja, Desa Talang Emas belum bisa dicairkan,” katanya.

Subhan mengatakan bahwa memang sejak dana desa tahap kedua tahun 2017 yang lalu, Desa Talang Emas memang tidak bisa dicairkan, karena adanya dugaan penyelewengan dana yang dilakukan oleh Kades, karena tidak bisa melaporkan realisasi dana desa tahap I tahun 2017.

“Desa talang Emas dalam proses, kita sudah berusaha membantu agar bisa dicairkan. Sudah nanya ke BPK, dan BPKP, hanya kemarin yang berangkat bukaban, bawa suratnya, untuk izin boleh tidak dicairkan,” katanya.

“Kadesnya sudah DPO dari pihak kepolisian,  yang keberadaannya belum diketahui. Dan saat inuPjs Kades sudah ada, hanya saja kita upayakan bisa tidak dana desa tahun 2018 ini dicairkan,” katanya lagi.

Disamping itu juga, Subhan menjelaskan bahwa pencairan dana desa tahun 2018 ini dilakukan dengan tiga tahapan, yaknp tahap I sebesar 20 persen atau sekitar 23 miliar rupiah. Lalu tahap II sebesar 40 persen dengan besaran lebih kurang 46 miliar rupiah, dan tahap III sama sebesar 40 persen atau sekitar 46 miliar rupiah.

“Dana Desa tahun ini lebih kurang 117 miliar, bagi 149 desa. Tahap I dan II sudah selesai semua. Tinggal pencairan tahap ketiga, tapi kita menunggu realisasi pekerjaan dana desa dari kepala desa, lalu kita siapkan laporan dan diajukan ke pusat, dan baru dana turun, ngambilnya di merangin. Bulan sembilan insaallah sudah mulai, karena kita tunggu semua laporan dari kepala desa realisasi pekerjaan dana desa,” tukasnya. (so31)