Honorer Satpol PP Keluhkan Pemotongan Honor

SUNGAIPENUH – Sejumlah tenaga honorer Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Sungaipenuh mengeluhkan adanya pemotongan honor yang mereka terima pada bulan lalu. Pemotongan dilakukan bervariasi, antara Rp 300 ribu hingga Rp 550 ribu rupiah. Sementara data yang diterima, jumlah honorer di Dinas ini, lebih kurang 250 orang.

“Sebenarnya kami tidak terima honor kami dipotong. Honor kami hanya Rp 800 ribu per bulan, dipotong lagi,” sebut sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Meski demikian, sumber juga mengakui, adanya pemotongan yang dilakukan dikarenakan sebelumnya ada surat perjanjian yang telah ditandatangani oleh honorer. “Ya, kita memang sudah tanda tangan perjanjian, kalau tidak masuk dilakukan pemotongan honor,” sebut dia.

Namun, menurut dia, bukan masalah pemotongan yang dikeluhkan, tetapi permasalahan uang yang dipotong. “Kalau uang pemotongan dikembalikan ke kas daerah, bagi kami tidak masalah. Yang jadi masalahnya kalau masuk ke kantong orang tertentu,” ungkap sumber ini.

Selain itu, dia juga menuding dalam pemotongan tidak merata, pasalnya orang-orang dekat petinggi Pol PP tidak dilakukan pemotongan, meskipun banyak tidak hadir.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pol PP Kerinci Palgunadi saat dikonfirmasi mengakui memotong honor pegawai honorer Pol PP tersebut. Namun, dia membantah pemotongan dilakukan tanpa alasan.

“Ini sudah sesuai dengan kesepakatan dan perjanjian, bagi yang tidak hadir satu hari kerja dipotong honornya 25 ribu,” sebut Palgunadi, Kamis (20/9).

Ia juga membantah dalam pemotongan pilih kasih. Kebijakan yang diambil ini, untuk peningkatan disiplin anggota dan sudah melalui persetujuan bersama.

“Tidak benar, semuanya kita potong rata, sesuai dengan absensinya. Kebijakan ini untuk peningkatan disiplin anggota dan sudah disetujui semua anggota,” tegasnya.

Terkait uang pemotongan yang diduga masuk kantong pribadi, dirinya kembali menjelaskan, kegunaan dan manfaat uang yang dipotong. “Uang hasil pemotongan, kita jadikan uang sosial. Suatu saat ada anggota yang sakit atau halangan lainnya, maka bisa kita bantu dari dana tersebut,” tandasnya. (metrojambi.com/jenn)