HM Syaihu Bukan Tertangkap Tangan

WAWANCARA: HM Syaihu ketika diwawancarai wartawan beberapa waktu lalu. Foto ist

SAROLANGUN-Masih ingat dengan kasus narkoba yang pernah menjerat Ketua DPRD Kabupaten Sarolangun, H Muhammad Syaihu? Ada yang tak ditonjolkan di media masa seputar kronologis dalam kasus ini yakni Syaihu bukan tertangkap tangan.

Akibatnya, terjadi krisis sosial yang seolah-olah sengaja ada pemburukkan karakter di media sosial yang saat ini berkembang di kabupaten Sarolangun. Dari penelusuran harian ini dilapangan dan fakta persidangan, terungkap bahwa Ketua DPRD ini tidak tertangkap tangan ataupun sedang berpesta narkoba jenis sabu-sabu seperti yang tergambar dari beberapa pemberitaan.

Yang pada akhirnya berdampak pada karirnya di partai politik, baik di tubuh internal partai maupun di kursi legislatif. Walaupun akhirnya PN Sarolangun mengabulkan gugatan H M Syaihu dan tetap menyatakan yang bersangkutan sah sebagai kader partai PDI Perjuangan, sah Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sarolangun, sah sebagai anggota DPRD Kabupaten Sarolangun dan sah sebagai Ketua DPRD Kabupaten Sarolangun.

Baca Juga:

Namun H M Syaihu, terjerat dalam kasus ini lantaran urine miliknya mengandung zat yang juga terkadung dalam Narkotika yang juga belum pasti kalau kandungan ini berasal dari Narkoba dan bisa juga berasal dari obat-obatan alias Pil yang dikonsumsikan seperti untuk menghilangkan rasa nyeri dan sakit.

Dari kronologis yang diperoleh, pada malam penggerebekan rumah pribadi Ketua DPRD Kabupaten Sarolangun H M Syaihu di Kota Jambi, saat itu yang bersangkutan memang tidak berada di kediamanya, namun saat pengerbakan ada tujuh laki-laki tamu dirumah itu.

Sementara H M Syaihu sendiri saat penggerbekan tidak berada di kediamannya dan diketahui berada di daerah Asrama Haji Kota Jambi di salah satu lasehan bersama dua temannya. Saat tengah makan ia ditelpon dari salah seseorang bahwa di rumah sedang ada anggota polisi.

Berita Selengkapnya>>>