Hijaukan Lahan Eks PETI, Haris Launching ‘Geber Mewah’

LAUNCHING : Bupati Merangin H Al Haris ajak masyarakat turun ke sawah hijaukan lahan eks PETI. Photo : yudha

BANGKO – Bupati Merangin H Al Haris, Senin (09/7), melounching program Gerakan bersama mengembalikan lahan eks Peti menjadi sawah secara partisipatif (Geber Mewah). Acara dipusatkan di Desa Baru Pangkalan Jambu. Di desa tersebut ada sekitar 500 hektar lahan eks Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), yang akan disulap kembali menjadi sawah hijau.

‘’Jadi Program ‘Geber Mewah’ ini merupakan gerakan moral masyarakat yang berupaya mengembalikan sawahnya yang hilang akibat dilakukannya PETI. Kini secara bertahap sawah yang hilang itu kembali,’’kata Haris. Melalui program tersebut, bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk beramai-ramai turun ke sawah, menggarap lahan eks PETI menjadi sawah untuk ditanami padi. Bupati yakin lewat gerakan dan komitmen bersama itu, secara bertahap seluruh sawah yang hilang akan kembali lagi, sehingga kedepannya Kecamatan Pangkalan Jambu bisa menjadi lumbung padinya Kabupaten Merangin, ‘’Mari kita kembalikan lagi Kecamatan Pangkalan Jambu ini sebagai kecamatan penghasil beras terbesar di Merangin. Saya sangat bersyukur sekali karena masyarakat sudah tidak lagi menggarap PETI, tapi turun ke sawah,’’ucapnya. Pada kesempatan itu, bupati menyerahkan bibit padi dan jagung kepada masyarakat. Bupati berharap bila sudah menanam padi, masyarakat bisa langsung menanam jagung di lahan eks PETI tersebut. Lalu apakah padi yang ditanam di laham eks PETI, berasnya layak dikonsumsi? Di jelaskan bupati, berdasarkan penelitian laboratorium yang dilakukan padi yang ditanam di lahan eks PETI itu, tidak mengandung racun atau mercuri. Ini artinya beras dari padi yang ditanam di lahan eks PETI itu aman untuk dikonsumsi, begitu juga dengan tanaman lainnya seperti jagung dan palawija lainnya, ‘’Jadi tidak ada alasan untuk tidak turun ke sawah,’’ujarnya. (so17)