H Zulkarnain Wafat Setelah Mendapat Gelar Haji

WAFAT: Almarhum Zulkarnaen yang dinyatakan meninggal dunia di Mekkah. Poto:ist

SAROLANGUN – Jamaah Haji Sarolangun, H Zulkarnain (50), Warga Desa Lubuk Sepuh, Kecamatan Pelawan wafat di Makkah al-Mukarramah pada Tanggal (31/8) sekitar pukul 11.30 waktu setempat.

Kepala Kemenag Sarolangun, H Sulaiman melalui Kasi Haji dan Umroh, Ahmadi mengatakan, Alamarhum Zulkarnain wafat pasca menunaikan rukun haji. Artinya, almarhum  meninggal ketika sudah mendapat gelar Haji.  Sebelum meninggal almarhum bersama 217 jamaah haji Sarolangun lainnya menjalankan rangkaian ibadah haji Wada’, atau selama 13 hari kedapan akan berada di Makkah, setelah itu 217  jamah akan bertolak ke Madinah seterusnya bertolak ke Jeddah dan tanggal 24 September 2018  jamaah haji Sarolangun terbang dari Jeddah ke Jambi.

“H Zulkarnain meninggal diduga kecapean karena pengaruh cuacanya panas di Makkah, lalu berefek pada saluran pernapasan dan membuat  almarhum  menjadi  sesak napas,”kata H Ahmadi.

Menariknya, kata H Ahmadi bahwa sebetulnya meninggal almarhum H Zulkarnain adalah janjinya, karena secara kasat mata tidak ada kegiatan yang dinilai berat lagi yang harus mereka jalankan lagi, sebaliknya kegiatan jamaah haji yang dinilai berat untuk dijalankan sudah tuntas.

“Kami dari Kemenag turut belasungkawa atas meninggalnya almarhum H Zulkarnain, semoga keluarga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, amin,”ucapnya.

Dipaparkan Kasi Haji dan Umroh, sebetulnya almarhum H Zulkarnain terlihat sehat dan kesehatannya biasanya saja saat melaksanakan manasik haji, atau saat bertolak dari Sarolangun ke Jambi. Malah sebelumnya, pihak pihaknya agak khawatir dengan kondisi tiga orang jamaah yang sudah tua yang kondisi kesehatan mereka sudah agak lemah.

“Kabar terkahir yang kami  dapat dari Makkah, bahwa tiga orang jamaah Haji Sarolangun yang sudah tua tersebut sehat,”sebutnya.

Ketika ditanya, dimanakah tepat lokasi almarhum H Zulkarnain meninggal di Makkah, apakah di hotel atau sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit, dikatakan H Ahmadi, jika secara mendetail lokasi H Zulkarnain meninggal belum pihaknya mendapat informasi, pasalnya tak dapat berkomunikasi dengan rekan di Makkah, terkendala dengan jaringan selular.

“Karena almarhum H Zulkarnain meninggal di Makkah, jadi almarhum dimakamkan di Makkah, tapi kita belum tahu apa namanya tempat pemakaman almarhum,”terangnya.

Selain itu, H Ahmadi menambahkan, jika mengacu pada tahun sebelumnya, jika adanya jamaah haji yang meninggal di Makkah, sepertinya akan mendapat asuransi dari pihak Arab Saudi.

“Untuk nilai persis asuransi yang akan didapatkan pihak keluarga belum tahu persis diperkirakan kisaran Rp 25 juta hingga Rp 30 juta. Kami pihak Kemenag akan membantu proses administrasinya,”tandasnya. (so10)