Formasi CPNS 14 SD di Sarolangun Tidak Ada Peminat

A Waldi Bakri

SAROLANGUN-Pendaftaran Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) Tahun 2018 telah ditutup secara resmi 15 Oktober 2018 kemarin. Di Kabupaten Sarolangun, jumlah pelamar CPNS hingga ditutup 15 Oktober 2018 pukul 23.59 WIB berjumlah sebanyak 2.347 orang.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sarolangun, H A Waldi Bakri, Selasa (16/10) kemarin, mengatakan ribuan jumlah pelamar tersebut masih didominasi oleh pelamar pada formasi tenaga guru sebanyak 1.280 orang, kemudian formasi tenaga kesehatan sebanyak 645 orang, tenaga tekhnis ada sebanyak 402 orang, Cum Laude 1 orang, dan Formasi Honorer KII ada sebanyak 19 orang.

“Hingga pukul 23.59 WIB, malam kemarin ada sebanyak 2.347 pelamar, paling banyak formasi guru. Sementara yang kosong pada formasi disabilitas yang kita buka sebanyak 2 orang CPNS,” katanya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Masih kata Waldi, dari jumlah pelamar pada formasi tenaga guru tersebut saat dilakukan pengecekan, ada sebanyak 14 SD pada formasi guru yang tidak ada peminatnya, dan ada 1 formasi tenaga kesehatan di Puskesmas juga tidak ada peminat.

14 SD tersebut, diantaranya SD 055/VII Bathin Pengambang, SD 152/VII Muara Cuban II, SD 154/VII Batu Empang II, SD 151/VII Raden Anom I, SD 149/VII Tambak Ratu, SD 186/VII Tambak Ratu II, SD 161/VII Bukit Kalimau Ulu II, SD 162/VII Datuk Nan II, SD 16/VII Meribung I, SD 113/VII Napal Melintang I, SD 114/VII Kalimau Ulu I, SD 159/VII Mersip III, SD 033/VII Lubuk Bedorong I dan SD 225/VII Sialang Betuah. Sementara formasi tenaga kesehatan ada pada tenaga nutrisioner terampil pada Puskesmas Pekan Gedang, Kecamatan Batang Asai.

“SD yang kita minta formasi CPNS ini memang betul-betul kurang, ada 14 SD belum ada pelamar untuk guru kelas, ada di Kecamatan Batang Asai, Kecamatan Limun, Kecamatan Mandiangin. Tenaga Kesehatan juga ada satu formasi  yang tidak ada peminat untuk nutrisioner, Puskesmas Pekan Gedang, Kecamatan Batang Asai alias kosong,” katanya.

Waldi juga menjelaskan, dalam hal pendaftaran CPNS ini, pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat Sarolangun. Namun, pada formasi yang belum ada peminatnya, akan diupayakan kedepan pada penerimaan CPNS berikutnya akan menjadi prioritas.

“Kalau kosong, penerimaan kedepan mungkin akan diakumulasi, kita sudah maksimal dan melakukan perpanjangan waktu. Penyebab kurang diminati mungkin faktor jaraknya yang jauh dari kota Sarolangun, dan ada memang seperti SMP penuh peminatnya,” kata dia menjelaskan.

Selain itu, katanya, dari ribuan pelamar tersebut, mayoritas diisi oleh putra-putri daerah Sarolangun, terutama pada formasi tenaga guru. Sementara formasi pada bagian tekhnis, memang ada pelamar dari luar daerah seperti dari Jambi, dan wilayah Sumatera Barat.

Kemudian, kata dia, tahapan selanjutnya yakni akan dilakukan verifikasi berkas/bahan para pelamar yang telah mendaftarkan diri secara online di website sscn.bkn.go.id, yang dijadwalkan hingga 20 Oktober mendatang. Oleh karena itu, bisa saja nanti jumlah pelamar CPNS akan berkurang karena tidak lulus bahan.

“Seleksi bahan sampai tanggal 20, daftar masuk di sscn, verifikator akan melakukan seleksi. Kami tidak menerima berkas, kita cukup di online, karena sudah online. Kalau sudah lulus baru nanti pemberkasan,” katanya.

“Lokasi ujian, hari ini masih rapat untuk keputusan, ada beberapa daerah, kita masih menunggu SK nya keluar, hari ini. Kita akan tes CAT ini, kita harapkan di Sarolangun. Kita menggunakan fasilitas UNBK di Sarolangun, makanya Menpan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, karena tiap kabupaten sudah ada yang menerapkan UNBK,” katanya.(se31)