Empat Kecamatan Mulai Kekeringan

Ilustrasi Kekeringan. Poto: google

MUARABULIAN– Ribuan hektar padi sawah tadah hujan di kabupaten Batanghari mulai kekeringan akibat kemarau.  Informasi yang diperoleh menyebutkan, terdapat ribuan hektar padi sawah di Batanghari yang sudah tertanam beresiko kekeringan. Padi sawah tersebut tersebar di empat kecamatan dalam kabupaten Batanghari. Empat kecamatan tersebut adalah kecamatan Muarabulian, Maro Sebo Ilir, Pemayung dan Muaratembesi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura kabupaten Batanghari, M Hatta Ak melalui Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, M Alpian, mengatakan, meskipun pada saat ini belum ada laporan lahan sawah petani yang kekeringan, namun dari data yang ada terdapat 2.214 hektar lahan sawah petani di empat kecamatan yang beresiko kekeringan.

Empat kecamatan itu yakni, kecamatan Muarabulian,  Muaratembesi, Maro Sebo Ilir dan Pemayung. “ Untuk saat ini belum ada sawah yang kekeringan, tapi ada empat kecamatan yang beresiko kekeringan,” kata Alpian, (24/7).

Alpian menjelaskan, faktor masuknya empat kecamatan itu dalam resiko kekeringan karena benih padi yang ditanam petani setempat baru ditanam dan ada juga yang baru berumur satu bulan. Sementara dalam beberapa pekan terakhir wilayah Batanghari belum turun hujan hingga saat ini. “Jika dalam dua pekan ini tidak turun hujan, maka kita akan turun kelapangan. Tapi untuk saat ini belum ada lahan sawah yang kekeringan,” tegas Alpian.

Alpian kembali menjelaskan, benih padi yang beresiko kekeringan itu merupakan enih padi yang ditanam petani pada periode bulan Juli ini. Dimana untuk wilayah Muarabulian terdapat 612 hektar, Muaratembesi ada 480 hektar, Maro Sebo Ilir ada 901 hektar dan Pemayung ada 221 hektar.

“ Kita himbau petani untuk mengatur saluran air yang ada dan waspada. Dan jika ada gejala kekeringan, segera melapor ke kita,” kata Alpian.(hur)