Empat Desa di Jambi Dibangun PLTMH

KUNJUNGAN : Menteri PPN bersama rombongan saat kunjungan ke Sarolangun. Photo : wahid

SAROLANGUN – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI, Bambang PS Brojonegoro, mengatakan bahwa saat ini masih banyak desa-desa yang belum teraliri listrik di seluruh Indonesia, yang merupakan desa terisolir.

Termasuk Provinsi Jambi, di sejumlah Kabupaten masih banyak desa yang belum tersentuh listrik, seperti di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin. Saat ini Kementerian ESDM melalui Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), UNDP Indonesia, Baznas sedang melaksanakan pembangunan Pembangkit LIstrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Setidaknya ada empat desa di Provinsi Jambi, yakni Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Lalu Desa Air liki, Air Liki Baru, dan Desa Ngaol, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin, yang saat ini telah dibangun PLTMH untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat setempat.

“Intinya akan mereflikasi model seperti ini (PLTMH) untuk desa-desa di seluruh Indonesia yang belum teraliri listrik, datanya ada di Kementerian ESDM,” kata Menteri PPN Bambang, saat diwawancarai awak media, Rabu (05/9) usai meresmikan PLTMH Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai.

Kata Menteri, pembangunan listrik bagi desa tertinggal ini, bukan hanya dalam bentuk Tenaga Mikro Hidro, melainkan dengan potensi yang ada di desa. Katanya bisa saja dari bahan-bahan kotoran ternak, sampah atau sejenis biomassa lainnya.

“Desa butuh listrik, sebaiknya kita dorong dengan energi baru dan terbarukan, PLTMH ini sebagai salah satu contoh, ditempat lain akan kita gunakan apakah sampah, biomassa, apakah bahan bahan kotoran ternak dan segala macamnya, kita kembangkan dengan sesuai potensi desanya masing-masing,” katanya lagi.

Dengan adanya jaringan listrik di desa tertinggal itu, katanya, akan mampu meningkatkan dan mendongkrak ekonomi masyarakat desa setempat, karena menurutnya pembangunan jaringan listrik adalah pembangunan infrastruktur dasar yang harus terpenuhi untuk kebutuhan masyarakat desa.

“Bukan hanya sekedar ada listrik, tapi ada perbaikan pendidikan, kesehatyan, dan ekonomi di desa akan berkembang dengan cepat, dan bisa mengolah hasil perkebunan. Kemudian akan mengurangi kemiskinan, listrik adalah infrastruktur dasar, dan upaya mempercepat pengurangan kemiskinan, selain dari pada bantuan pemerintah langsung, seperti KIP, KIS dan lainnya,” tukasnya.(So31)