Dua Proyek Turap dan Jembatan Gantung Terancam tak Tuntas

SAROLANGUN-Hingga akhir November kemarin secara umum progres kegiatan proyek fisik di Kabupaten Sarolangun sudah mendekati 90 persen, secara rilnya berada diangka 89, 60 persen. Keterangan ini dikatakan Kabag Pembangunan Setda Pemkab Sarolangun, Masri saat dijumpai di ruang kerjanya pada Rabu (20/12), kemarin siang. Menurutnya, persentase tersebut berdasar data yang dihimpun dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga November 2018.

Menurut Masri, persentase realisasi pekerjaan tersebut kemungkinan sudah bertambah karena saat ini sudah memasuki pertengahan Desember. Untuk laporan final kegiatan fisik dari SKPD, atau hingga habis masa kontrak pekerjaan oleh rekanan belum diterima oleh pihaknya dari SKPD terkait, namun ia berasumsi, jika persentase proyek fisik diangka 89,60 persen pada bulan November 2018 akan mengalami peningkatan hingga habisnya masa kontrak.

“Dari pemantauan kami di lapangan beberapa waktu yang lalu, secara umum pekerjaan fisik dalam proses finishing,”jelasnya.

Diakui Kabag Pembangunan, dari kesekian banyak pekerjaan proyek fisik di SKPD, sepertinya tidak semua pekerjaan yang bisa rampung 100 persen, misalkan saja pekerjaan turap di Mandiangin dan ada lagi pekerjaan turap di desa Pulau Aro, Kecamatan Pelawan, serta Jembatan Gantung Sungai Rotan.

Pihaknya pisimis tiga item kegiatan tersebut bisa rampung 100 persen. Sebab, realisasi pekerjaan melemah, sedangkan laporan di November 2018, lalu pekerjaannya belum mencapai 60 persen, begitu juga dengan hasil pemantauan pihaknya di lapangan, sepertinya pisimis untuk bisa rampung 100 persen. Namun, Masri tidak bisa menjelaskan kendala yang memicu terhadap melemahnya progres dua proyek turap tersebut.

“Kalau setahu kami, secara umum batas kontrak awal terhadap pekerjaan proyek fisik 2018 dikerjakan sampai 17 Desember 2018, namun kami juga belum tahu apakah ada perubahan jadwal batas pekerjaan, tersebut atau ada tekhnis lainnya yang mengatur,”terangnya.

Lantas, bagaimana dengan pekerjaan di Cipta Karya (CK) dinas PUPR terhadap pekerjaan drainase tertutup di kawasan Kelurahan Pasar Sarolangun, dikatakan Masri kalau pekerjaan bangunan drainase tertutup tahap finishing.

“Kalau pekerjaan drainase tertutup sudah dilakukan penambahan waktu pekerjaan (Adendum),” jelasnya.

Disinggung seputaran proses pencairan kegiatan proyek fisik oleh rekanan, jika adanya proyek yang sudah habis masa kontrak pekerjaan, tapi masih berlangsung pekerjaan, dipaparkan Masri terkait dengan persoalan pencairan bukanlah kewenangannya, tapi hal tersebut merupakan kewenangan SKPD bersangkutan.

“Kami tidak memiliki kewenangan dalam urusan pencairan dan mencampuri tekhnis pekerjaan. Salah satu kewenangan kami adalah menghimpun laporan dan data realisasi kegiatan fisik dari semua SKPD,”pungkasnya.(se9)

PILIH BERITA FAVORITE ANDA