DPAD Sarolangun Jadwalkan Kunjungan Sekolah

PERPUSTAKAAN: Kepala DPAD Ali Amri, poto bersama dengan Kepala SD 105/VII Desa Sungai Baung  Hj Sariana, SPd, beserta siswanya. Ist/sareks

Tingkatkan Minat Baca dan Pengunjung Perpustakaan

SAROLANGUN –  Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Sarolangun, saat ini melakukan terobosan baru untuk meningatkan minat baca masyarakat serta jumlah pengunjung ke Perpustakaan Daerah, yang ada di kantor DPAD Sarolangun.

Kadis DPAD Ali Amri, SE, Rabu (19/9) kemarin, saat dikonfirmasi media ini, mengatakan bahwa terobosan yang dilakukannya berupa kerjasama dengan sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Sarolangun.

Kerjasama itu dalam kunjungan siswa sekolah ke Perpustakaan untuk membaca dan berdiskusi para siswa di ruangan perpustakaan, hanya saja kunjungannya masih terbatas sehingga dilakukan dengan cara pengaturan jadwal bagi sekolah-sekolah yang akan berkunjung.

“Kita perlu terobosan baru untuk meningkatkan kesadaran minat baca masyarakat, sekaligus meningkatkan jumlah pengunjung perpustakaan kita. Selain kita mengadakan pembinaan bagu masyarakat desa dan sekolah, kita juga jadwalkan sekolah mengunjungi perpustakaan,” katanya.

Sekolah yang pertama, katanya merupakan Sekolah SD 105/VII Desa Sungai Baung, Kecamatan Sarolangun. Sebanyak 20 orang siswa didampingi langsung kepala sekolah dan gurunya datang ke perpustakaan untuk membaca buku, pada Selasa (18/9) yang lalu.

“Kita ciptakan agar anak-anak ini bisa datang lagi nanti, dan kita jadwalkan karena keterbatasan ruangan perpustakaan kita. Setelah siswa berkunjung ke perpustakaan, kita langsung berikan kartu anggota perpustakaan, dengan syarat memiliki kartu siswa,” katanya lagi.

Dalam waktu dekat ini, katanya, kunjungan sekolah selanjutnya yakni SD di Kelurahan Aur Gading, dekat Lapas Sarolangun.

Sementara ketika ditanya, jummlah pengunjung perpustakaan daerah pada saat ini?  Dirinya menjawab, jumlah pengunjung dalam satu bulan rata-rata hanya 50-60 orang, dan jumlah itu sangat minim, sehingga perlu terobosan untuk meningkatkan jumlah tersebut.

“Ini nampaknya harus ada terobosan, karena saat dalam satu bulan masih 50-60 orang pengunjung satu bulan. Kita ingin bisa dalam satu hari itu tembus 50 orang yang datang,” katanya.

Sementara jumlah koleksi buku di perpustakan daerah, katanya sudah memenuhi standar nasional perpustakaan, yakni sebanyak 11.258 buku, diantaranya ada buku karya umum, buku agama, buku sosial serta jenis buku lainnya.

“Yang jelasnya ada 9 jenis buku, termasuk buku untuk anak-anak. kuta inhin minat baca dan semangat membaca serta meningkatkan pelayanan yang mana petugas ada sebanyak 4 orang yang kita siapkan,” katanya.

Selain bagi sekolah, katanya, pihaknya juga akan bekerja sama dengan seluruh perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Sarolangun. Dengan tujuan yang sama dalam hal meningkatkan minat baca serta jumlah perpustakaan daerah.

“Kita juga akan menjajaki perguruan tinggi untuk kerja sama, dalam pengunjung perpustakaan ini, untuk meningkatkan SDM bagi para mahasiswa. Kita ingin pembinaan ini agar masyarakat betul-betul sadar bahwa membaca itu sangat penting,” harapnya.(s031)