Disinyalir Ada Pemufakatan Jahat, Askosnas Polisikan ULP Tanjabbar

KUALATUNGKAL– Maraknya tersiar dugaan pengaturan lelang yang dilaksanakan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Tanajbbar bukan merupakan rahasia umum lagi dikalangan kontraktor. Hingga akhirnya Asosiasi Kontraktor Nasional (Askosnas) Kabupaten Tanjabbar mempolisikan ULP Tanjabbar.

Bersama 3 (tiga) rekanan, Ketua Askosnas Tanjabbar, Yoyon, mengatakan pihaknya melaporkan ULP-Pokja 25 dan 24 ke Mapolres Tanjabbar atas dugaan pengaturan pemenang dalam beberapa paket yang di lelangkan oleh Pokja 25 dan 24. Menurutnya, ini hanya langkah awal untuk membongkar dugaan permainan lelang. ” Dugaan kecurangan yang dimaksud adalah persekongkolan antara pihak ULP-Pokja 24 dan 25 dengan rekanan dalam menentukan pemenang lelang pekerjaan yang di lelangkan, “ Ujarnya, kemarin di Mapolres Tanjabbar.(18/7)

Katanya, sesuai dengan statemant yang di ungkapkan oleh ketua ULP Kab. Tanjabbar, Ilmardi, SE yang mempersilah pihak rekanan melaporkan bila ada bukti ULP bermain. “Insya Allah kita akan buktikan, dan langkah awal kita adalah melaporkan, “ Ungkapnya.

Di menambahkan, Ini hanya bentuk dari komitmen untuk menciptakan persaingan usaha yang bersih, bebas KKN ataupun intimidasi dari Oknum pengusaha terkait pengaturan tender yang selama ini menggaung – gaung di kalangan para rekanan. ” Kita akan terus menggiring ini dan mengawal proses ini, Kita berharap semoga hukum di Tanjabbar masih bisa amanah dalam mengayomi dan melayani masyarakat, “ tukasnya.

Kapolres Tanjabbar Melalui Kasat Reskrim Iptu Dian Purnomo, memerintahkan Kanit Tipikor Ipda Epi Kotto untuk menemui pihak Rekanan Askosnas. Menurut Ipda Epi Kotto mengapreseasi laporan dari rekanan, karena selama ini tidak yang melaporkan masalah dugaan kecurangan dalam tender di ULP. “ Kita minta laporan Askosnas dilengkapi agar pihak kepolisian bisa mempelajari dugaan seperti yang disampaikan oleh pihak rekanan, “ Ujarnya. (So29)