Disarolangun, Delapan Orang Positif HIV

Dua Diantaranya Ibu Hamil

SAROLANGUN- Kabupaten Sarolangun yang berbatasan langsung dengan  Kabupaten Muratara, Provinsi Sumatra Selatan, ternyata kondisi ini rentan dengan penyebaran penyakit HIV–AIDS.

Buktinya, ditahun 2018, Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun mendeteksi 8 orang penderita positif  HIV. Banyaknya temuan  HIV  tersebut  karena  kesadaran  warga  akan  bahaya  virus  HIV masih rendah.

Dengan ditemukannya warga yang positif HIV tersebut, membuat Dinas Kesehatan langsung  mengawasi  dan  melakukan  pengobatan  secara berkala. Dari 8 orang penderita HIV tersebut, dua  diantaranya merupakan  ibu-ibu yang  sedang  hamil.

Diana, Kabid  P2M, Dinkes Sarolangun mengatakan, untuk tahun 2017 penderita  HIV  tidak  ada  sama  sekali. Bahkan  dari  28 orang  yang  diduga mengidap  penyakit HIV, setelah dilakukan pemeriksaan semuanya  negatif.

“Sementara ditahun  2018 setelah melakukan pengujian sampel  di  laboratorium RSUD Sarolangun hasilnya, terdapat  8 orang  positif  terkena HIV  dan dua  diantaranya merupakan  ibu- ibu  yang  sedang  hamil,”katanya, kemarin.

Diana menjelaskan,  masuknya  penderita HIV  ke Sarolangun  sebahagian  adalah  merupakan  hasil pernikahan yang  salah  satu  pasangan  merupakan  warga  luar  daerah Sarolangun. Sehingga  penularan HIV  bisa  melalui hubungan  intim suami isteri  maupun  dengan  darah seperti  jarum suntik.

Untuk itu,  semua  penderita  HIV  yang  dinyatakan positif  selalu  mendapat  perawatan khusus dan mendapat pengobatan secara berkala. Terutama yang  terkena HIV  bagi  perempuan yang  sedang  hamil, untuk mengantisipasi agar HIV tidak  menular ke anak  yang  dikandungnya.(so31)