Dinkes Batanghari Tunda Pemberian Vaksin Rubella


dr Elfie

Terkendala Sertifikasi MUI

MUARABULIAN- Program Pemerintah Pusat melalui Menteri Kesehatan (Menkes) sedang giatnya memberikan Vaksinasi Measles Rubella (MR). Namun program tersebut mengalami kendala yang menjadi hangat diperbincangkan oleh kalangan masyarakat. Pasalnya, hingga saat ini program tersebut belum mendapatkan sertifikat Halal oleh Majlis Ulama Indonesia (MUI).

Menanggapi hal tersebut Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari juga menunda sementara, hal ini berkaitan dengan belum diajukannya sertifikasi halal vaksin yang diproduksi oleh Serum Institut of India (SII).

” Iya kita melakukan penundaan sementara, karena banyak penolakan dari masyarakat, terutama sekolah, Mudahan tidak lama”Ungkap dr.Elfie Yenni, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari.

Dijelaskan Elfie pihaknya berharap pada tanggal 08 Agustus nanti sudah ada kejelasan dari Kemenkes/MUI.

“Jika ada kejelasan maka akan kita lanjutkan imunisasinya, karena Imunisasi MR sangat penting menyelamatkan anak dari kecacatan/kematian.”Terang Elfie

Ditambahkannya bahwa program kampanye imunisasi MR harus terus diupayakan, hal ini bertujuan untuk menyelamatkan anak anak Negeri khusunya Kabupaten Batanghari.

Bahkan dinas kesehatan Batanghari sudah melakukan rapat bersama seluruh kepala Puskesmas , dan memberikan instruksi bahwa pelaksanaan kampanye campak dan rubella di tunda hingga ada penjelasan resmi dari kementrian kesehatan republic Indonesia.

Dikatakan Kadis kesehatan, bahwa kampanye imunisasi MR ini di tunda sementara, dan tetap akan di laksanakan dalam kerangka pencegahan penyakit , hal ini guna memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memilih untuk menunggu terbitnya fatwa MUI.

“Imunisasi MR tetap akan kita laksanakan, sambil menunggu kesempatan selanjutnya, hal ini di mungkinkan mengingat periode pelaksanaan kampanye imunisasi MR ini selama dua bulan, yakni bulan agustus dan September,” imbuhnya.

Selain itu puskesmas harus menjadwal ulang pelaksanaan kampanye imunisasi MR untuk di masing masing wilayah kerjanya dan melakukan pendekatan secara persuasife kepada terhadap sasaran ( masyarakat. “Selain itu kepala puskesmas dan petugas kesehatan juga harus memberikan informasi ini kepada seluruh jaringan yang ada, agar imunisasi ini berjalan dengan sukses,” tutupnya.(hur)