Didatangi Puluhan PKL, BPPRD Sarolangun Bingung

BERTANYA: Tampak para pedagang saat mendatangi BPPRD bermaksud menanyakan soal sewa. Poto:wahid

SAROLANGUN – Badang Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) dibuat kebingungan atas kedatangan puluhan para pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Atas Sarolangun, pada 27 Juli yang lalu.

Hal itu diakui Kabid Pajak dan Retbusi Daerah Ujang Junaidi, Selasa (07/8) kemarin, saat dikonfirmasi harian ini. Katanya, para pedagang PKL itu mendatangi Kantor BPPRD, membuat para pegawai merasa was-was karena khawatir para pedagang melakukan aksi unjuk rasa, tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.

“Ya, tanggal 27 Juli kemarin, kami kedatangan tamu, pedagang PKL rame-rame, ke kantor kita. Awalnya kami bingung, apalagi melihat wajahnya sangar galo,” katanya.

Setelah disambut pihak BPPRD, para pedagang tersebut memang sengaja datang dengan mendadak, untuk menanyakan mengenai sewa los yang ditempati para pedagang, karena selama ini los tersebut tidak pernah dipungut pajak retribusinya. Pedagang tersebut merasa khawatir karena selama ini tidak pernah memberikan sumbangsih dalam hal retribusi pajak dari los yang mereka tempati.

“Para PKL itu berada didekat pasar, ruko 47 pintu yang baru diserahkan ke kita. Mereka menyatakan bahwa pedagang selama ini belum ada bayar sewo, dan minta tolong didata,” katanya.  Berita selengkapnya>>>