CE Berharap Menteri ESDM  Respon Semen Baturaja

AKRAB: Bupati Sarolangun H Cek Endra tampak berbincang bincang dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan, kemarin. Foto Wahid

Pemerataan Listrik, Sumur Bor dan Gas Jadi Prioritas

SAROLANGUN-Menteri Energi Sumber Daya Mineral Repbulik Indonesia (ESDM-RI) Igansius Jonan, Minggu (3/3) sore menginjakkan kaki di Kabupaten Sarolangun.

Kedatangan Menteri ESDM dalam rangka peresmian Gardu Induk 150 KV Sarolangun, peresmian transmisi 150 KV Muara Bulian-Sarolangun yang berlokasi di Tanjung Rambai Kelurahan Gunung Kembang Kecamatan Sarolangun.

Dalam kunjungan tersebut Menteri ESDM didampingi sejumlah pejabat Kementerian ESDM dan petinggi PT PLN.

Pantauan harian ini, rombongan Menteri ESDM tiba di Gardu Induk Sarolangun di Tanjung Rambai sekitar pukul 15.35 WIB. Menteri dan rombongan menggunakan beberapa unit mobil dari Kota Lubuk Linggau Sumsel menuju Sarolangun. Bupati Sarolangun H Cek Endra langsung menjemput Menteri ESDM dan rombongan ke Bandara Silampari Lubuk Linggau, sekaligus mengiringi perjalan darat dari Lubuk Linggau ke Sarolangun.

Di lokasi acara Gubernur Jambi H Fachrori Umar dan sejumlah Bupati menyambut kedatangan Menteri ESDM dan rombongan. Lokasi acara sangat ramai dipenuhi undangan dari sejumlah kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jambi. Tampak juga hadir anggota BKP RI Rijal Djalil.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian GI 150 KV Kota Sungai Penuh, peresmian sumur bor air bersih di Sarolangun, peresmian sumur bor Kabupaten Batanghari, peresmian sumur bor Kabupaten Muarojambi, peresmian sumur bor Kabupaten Tebo dan peresmian sumur bor Kabupaten Bungo.

Bupati Sarolangun, H Cek Endra dalam kata sambutannya merasa senang atas kunjungan Menteri ESDM ke Sarolangun dalam peresmian GI 150 KV di Sarolangun, sehingga krisis listrik di Sarolangun teratasi.

“Sebetulnya sudah sebelas tahun kami menunggu kehadiran pak Menteri ESDM meresmikan GI 150 KV, tentu saja pasokan listrik di Kabupaten Sarolangun menjadi normal. Selama ini, aliran listrik berasal dari GI Merangin, terkadang voltase sampai di Sarolangun ngedrop,”jelasnya.

Selain itu, H Cek Endra berharap Menteri ESDM merespon positif terhadap percepatan pembangunan semen Batu Raja, PLTU Jambi satu dan PLTU Jambi dua.

“Dengan prcepatan semen Batu Raja, PLTU Jambi Satu dan PLTU Jambi dua, tentu saja masalah ESDM di Jambi akan terjawab,”tambahnya.

Secara terpisah, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, jika ia ingin pemerataan masalah listrik, sumur bor dan gas di Jambi.

“Jika ada kebutuhan akan listrik, sumur bor dan gas di Jambi silahkan diusulkan ke kementerian ESDM, kami akan menindaklanjuti atas usulan tersebut. Sebab, kami tahu bahwa ini adalah menyangkut kesejahteraan dan kemakmuran rakyat,” katanya.

Menteri ESDM Ignasius Jonan juga mengatakan pembangunan proyek ini merupakan bagian pembangunan kelistrikan trans Sumatera. Katanya, terkait rasio elektrifikasi secara nasional 98,3 persen, dan pulau Sumatera ini sangat baik dalam pembangunan energi baru terbarukan yang berasal dari panas bumi dan air.

“PLTU mulut tambang, sepanjang pembangunan kompetitif, PLN pasti akan menerima. Listrik ada dan tarifnya bisa terjangkau oleh masyarakat. Sampai akhir 2019 pemerintah tidak akan menaikkan tarif listrik,” katanya.

Menteri Igansius Jonan juga meminta agar para kepala daerah mengusulkan pembangunan sumur bor air bawah tanah, dalam jangka lima tahun yang jumlahnya tergantung dari usulan. Karena, ketersedian air bersih ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Dan meminta agar diusulkan penerangan jalan umum, tahun lalu ada 21 ribu penerangan jalan dengan menggunakan daya matahari. Minimalnya 1000 penerangan lampu jalan, yang biasanya sepanjang 800 kilo meter, untuk pembangunan yang berkeadilan sosial.

“Jaringan gas, ada beberapa kabupaten yang dioperasikan jaringan gas, yang dioperasikan petro china dan skk migas. Kalau mau ajukan pemasangan jaringan gas, mulai tahun depan kita akan coba 1 juta jaringan gas untuk rumah tangga,”katanya.(se31)