Calon Kades Pulau Aro Laporkan Dugaan Politik Uang

DIRUGIKAN: Arzon menujukkan laporan tertulis terkait praktek politik uang di Pilkades Pulau Aro. Poto:adi

SAROLANGUN-Beberapa hari menjelang pelaksanaan Pilkades Serentak, dugaan praktek politik uang mulai mencuat ke permukaan. Dugaan praktek politik uang tersebut terjadi di Desa Pulau Aro Kecamatan Pelawan.

Arzon, salah seorang Calon Kepala Desa Pulau Aro, kemarin (24/7) melaporkan dugaan terjadinya praktik politik uang dalam Pilkades Pulau Aro. Arzon melaporkan secara tertulis dugaan politik uang tersebut kepada panitia Pilkades Pulau Aro yang ditembuskan ke Bupati Sarolangun, Kapolres Sarolangun, Kepala DPMD, Camat Pelawan, Kades Pulau Aro serta BPD Pulau Aro.

Arzon kepada sejumlah wartawan kemarin mengatakan, bahwa salah satu calon Kades di Pulau Aro telah membagi-bagikan uang dan menawarkannya kepada masyarakat Pulau Aro melalui tim dan istri salah satu calon.

‘’Kita tidak sembarangan menuduh. Kita punya bukti dan saksi,’’ kata Arzon.

Akibat praktek politik uang tersebut kata Arzon telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Pulau Aro.

‘’Saya juga sebagai salah satu Calon Kades sangat dirugikan dengan adanya praktek politik uang tersebut,’’ katanya.

Untuk itu Arson berharap Panitia Pilkades dan pihak terkait dapat melakukan pengawasan dan memberikan tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku.

‘’Kita sangat berharap Pilkades Pulau Aro berjalan tertib dan aman sesuai dengan aturan yang ada,’’ tandasnya.

Arzon juga tidak menginginkan praktek politik uang menciderai Pilkades Pulau Aro. Calon Kades harus mematuhi penyataan yang telah ditandatangani terkait larangan melakukan politik uang dan hadiah karena bertentangan dengan aturan pemilihan kepala desa.

‘’Kita menginginkan Kepala Desa terpilih murni dari pilihan masyarakat. Sehingga nanti terpilih Kades yang berintegritas yang bekerja sepenuh hati mewujudkan kesejahteraan masyarakat, bukan kades dari hasil parktek suap atau politik uang,’’ tandasnya.(so9)