Bupati-Wabup Sumbangkan Gaji Bantu Korban Gempa Tsunami Palu-Donggala

GALANG DANA: Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Sarolangun Samsul Riduan turun langsung ke jalan melakukan penggalangan dana untuk korban bencana di Palu dan Donggala. Poto:ist

 

SAROLANGUN-Bupati Sarolangun Cek Endra didampingi Wakil Bupati Sarolangun Hillalatil Badri menggelar rapat bersama OPD dan jajaran dalam rangka membahas bantuan korban gempa dan tsunami di Kota Palu dan Donggala Provinsi Sulawesi Tengah. sekitarnya, yang terjadi beberapa hari yang lalu. Dari rapat tersebut, diketahui bahwa jumlah uang bantuan yang terkumpul yang awalnya hanya Rp 175 juta, namun hingga Rabu (03/10) dana yang sudah masuk tembus Rp 300 juta.

 

“Alhamdulillah, hitungan jam lebih dari 200 juta, nah saya harapkan nanti sampai sore menuju 300 juta, kita sebagai individu merasa prihatin masak orang lain dari luar negeri nyumbang, sementara kita tidak, nah, itulah yang membuat saya dan pak Wabup mengintruksikan ini kepada individu para pejabat,” kata Cek Endra kepada sejumlah awak media, usai rapat kemarin. 

 

Bupati juga berharap agar dapat menggugah hati para pihak perusahaan untuk bisa ikut serta memberikan sumbangan dan bantuan kepada para korban bencana, yang bahkan sudah banyak dukungan. 

 

“Ini masih banyak potensi yang bisa kita dongkrak, bayangkan anak-anak SD juga ikut nyumbang inikan pendidikan moral yang luar biasa. Gerakan ini juga spontan, terimaksih juga kepada kawan kawan media ayo kita bantu melalui profesinya lewat penulisan mengajak masyarakat,” katanya lagi. 

 

Menariknya, dalam gerakan itu bupati dan wakil bupati rela menyumbangkan gaji dan SPPD (biaya perjalanan dinas, red) perjalanan dinas mereka untuk membantu musibah tersebut. Selain gerakan pemerintah, gerakan peduli itu juga datang dari berbagai element dan lembaga mulai dari Baznas, pendidikan, mahasiswa, ponpes hingga Ormas dan OKP yang ada dalam wilayah Kabupaten Sarolangun.

 

Seperti, organisasi Pemuda Pancasila (PP) Sarolangun, Organisasi Gerakan Mahasiswa Sarolangun (GMS) turun ke jalan, bahkan para guru guru di sekolah juga mengajarkan anak anak didik untuk ikut berbagi dan peduli terhadap ke susahan warga Palu dan Donggala.(so31)