Berhembus Isu Anggur China Berformalin Beredar di Sarolangun

Perindagkop Janji Lakukan Pengecekan

SAROLANGUN-Beberapa hari belakangan ini, berhembus isu bahwa mengkonsmsi anggur China diduga bisa membahayakan kesehatan konsumen. Hal ini  membuat masyarakat menjadi penasaran akan kebenarannya. Salah seorang warga Bernai, Luri saat ditemui media ini Kamis (11/10) kemarin siang menyebutkan, jika ia masih merasa was-was terhadap muncul nya isu yang tak sedap dalam mengkonsumsi anggur yang kabarnya diimpor dari China tersebut.

“Memang, harga anggur agak murah dari biasanya. Namun, kami ingin tahu apakah benar anggur China mengandung formalin dan zat pengawet lainnya atau tidak,”katanya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Perindagkop Sarolangun, Amin Faisal saat dikonfirmasi via Ponsel, kemarin sore mengakui, jika pihaknya belum memantau terhadap keberadaan anggur China tersebut.

“Kami belum turun, rencana kami akan turun minggu depan karena masih fokus dengan perayaan HUT Kabupaten Sarolangun,”ujarnya.

Dipaparkannya, untuk menindaklanjuti isu negative tersebut, pihaknya berencana akan menggandeng BPOM Jambi dan PPNS Sarolangun.

“Untuk membuktikan adanya kandungan formalin atau zat lainnya di anggur China yang beredar, tentu saja akan diambil sample kemudian di uji laboratarium,”tambahnya.

Selain itu, dijelaskan Kabid perdagangan, untuk menghindar atas isu negatif yang muncul itu, ada baiknya sebelum mengkonsumsi, maka para konsumen menstrilkan anggur tersebut dengan merendam dengan air panas

lalu dicuci.

“Salah satu cara untuk menghilangkan rasa was-was pada tingkat konsumen adalah dengan merendam dengan air panas dan mencucikan anggur China itu,”tandasnya.

Seperti diketahui, penjualan Anggur China saat ini marak di Kota Sarolangun. Anggur tersebut mudah ditemui dan banyak dijual di pinggir jalan lintas Simatera dengan harga hanya Rp 40 ribu rupiah perkilonya. Meski dijual di ruangan terbuka namun tampilan anggur sangat segar dan kelihatan baru.(so9)