Belasan Siswa di Sarolangun Terjaring Razia

Ditemukan Rokok dan Video Terlarang

SAROLANGUN-Sedikitnya 17 siswa kemarin digiring petugas Pol PP Sarolangun. Mereka kedapatan bolos sekolah saat dilakukan razia penertiban siswa sekolah yang berkeliaran pada saat jam belajar.

Ke 17 siswa tersebut merupakan siswa SMKN 1 Sarolangun, SMAN 1 Sarolangun dan SMKN 4 Sarolangun, yang didapati sedang main game di salah tempat rental Playstation di Kota Sarolangun, ada juga di sejumlah warung dan taman kota Sarolangun sedang asyik nongkrong, padahal masih saat jama belajar.

TERJARING: Siswa yang yang terjaring  saat bolos mendapat pengarahan dari Kepala Satpol PP Sarolangun, Riduan. Foto Wahid

Kepala Satpol PP Sarolangun, Riduan, SSTP, didamping Kabid Trantib Herjoni Edison, saat diwawancarai mengatakan bahwa saat dibawa ke Kantor Satpol PP, para siswa tersebut dilakukan pemeriksaan. Petugas menemukan sejumlah rokok dan beberapa handphone android, satu diantaranya yang ditemukan petugas tersebut, handphone berisi konten yang tidak layak bagi siswa sekolah.

“Razia penertiban anak sekolah berkeliaran di luar sekolah dimulai pukul 10.30 WIB, diamankan 17 anak sekolah SMA dan SMK, ada di tempat PS, duduk di taman, dan juga di warung,” katanya.

Saat diperiksa di dalam tas, di temukan handphone, dan rokok, dan  didalam handphone ditemukan konten video terlarang. Kami harap agar pihak sekolah melakukan perlakuan khusus bagi siswa selaku pemilik handphone tersebut.

Penertiban anak sekolah ini, katanya dikarenakan pihaknya banyak mendapatkan laporan dari masyarakat, atas keluhan yang resah terhadap anak anak sekolah yang kerap berkeliaran sehingga mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

“Karena sudah menimbulkan keresahan orang tua dan juga pihak sekolah yang mengeluh, karena banyaknya berkeliaran di luar sekolah. Kami dalam hal ini melakukan penertiban, untuk pelaksanaan ketertiban umum. Membantu pihak sekolah dalam hal mendidik anak sekolah. Agar dapat menjadi lebih baik, tidak ada lagi anak yang kedapatan berkeliaran diluar lingkungan sekolah,” katanya.

Setelah diberikan pembinaan dan surat pernyataan, pihak Satpol PP akan menyerahkan siswa tersebut ke pihak sekolah, untuk diberikan sanksi apakah itu sanksi secara lisan atau juga pemberhentian dari sekolah.

“Kami akan serahkan ke pihah sekolah, dan di buat berita acara masing-masing siswa, agar siswa tidak mengulanginya lagi. Kedepan kami akan laksanakan razia ini secara terus menerus,” katanya.

Sementara itu, salah seorang siswa saat ditanya mengapa bolos sekolah, dan lebih memilih nongkrong di warung, menjawab dirinya baru pertama kali keluar dari sekolah pada saat jam belajar, itupun dikarenakan saat itu sekolah sedang tidak belajar karena ada kegiatan pelepasan siswa magang.

“Baru sekali ini bolos sekolah. Kami tidak belajar, karena guru ngantar siswa yang magang. Kemudian kami juga telambat, jadi diusir keluar tidak bisa masuk. Jadi kami pulang tapi dak sampai ke rumah,”kata seorang siswa.

Disamping itu, Humas SMKN 1 Sarolangun, Azhari, saat dimintai komentarnya mengatakan bahwa memang di sekolahnya mengadakan kegiatan pelepasan siswa magang, namun anak-anak sekolah tetap berada di lingkungan sekolah. Siswanya yang tertangkap petugas ini, katanya nekat keluar dengan memanjat pagar sekolah.

“Kita memang ada pelepasan anak magang, mungkin anak-anak ini manfaatkan waktu itu untuk keluar. Jam 9 pagi tadi memang tidak belajar, tapi anak-anak tetap di lingkungan sekolah,”katanya.

Untuk tindak lanjutnya, Siswanya yang tertangkap itu akan diserahkan ke bidang Bimbingan dan Konseling (BK) untuk diberikan arahan dan pembinaan, serta akan melayangkan surat pemanggilan orang tua.

“Kita serahkan ke BK, dan akan dipanggil orang tuanya untuk dibuat surat perjanjian,”tukasnya.(so31)