Bawaslu Provinsi Pastikan Hak Pilih Warga Binaan Lapas Sarolangun

Banwaslu didampingi komisioner Banwaslu Sarolangun berkunjung ke Lapas Sarolangun. Foto: Birin

SAROLANGUN- Memastikan agar hak pilih warga binaan dilapas Sarolangun pada pemilu nanti, Senin(08/10) Bawaslu Provinsi Jambi sambangi Lapas Kelas III sarolangun.

Komisioner Bawaslu Provinsi Jambi Pahrul Rozi, beserta rombongannya dan didampingi 3 Komisioner Bawaslu Kabupaten Sarolangun Edi Martono,Mudrika dan Johan Iswadi saat berjumpa Kalapas Sarolangun Irwan. Ia memaparkan maksud dan tujuan kunjungannya.

“Terkait kunjungan kami kesini, untuk mengakomodir hak warga kita disini agar nanti bisa memilih pada pemilu nanti.” papar komisioner bawaslu provinsi yang kerap disapa Paul itu.

Dalam pertemuan tersebut, sebelum kedatangan KPU Sarolangun, Paul sempat terkejut karna dilapas Sarolangun sebanyak 324 warga binaan termasuk petugas lapas hanya bisa memilih disana berjumlah 24 orang saja.

Tidak itu saja, bahkan dalam pembicaraan itu juga berlanjut dengan protesnya menyangkut 324 orang yang berada dilapas hanya ditempati 1 (satu) TPS saja.

“Bagai mana bisa diatas 324 orang hanya 1 TPS. Sedangkan 301 saja jumlah pemilih itu sudah harus 2 TPS, ini undang-undang lo.”tandasnya lagi.

Hanya memilih 24 orang saja sebagai DPT disana, Nasrul Kasubsi warga binaan lapas Sarolangun juga mengungkapkan bahwa dilapas dipemilihan yang telah lalu juga berlaku sama.

“Sebenarnya ini kemarin-kemarin pada pemilu juga, dari sekian ratusan warga binaan cuma bisa memilih puluhan orang saja. Jadi kita harap dipemilu ini nanti kalau bisa bagai mana caranya meraka bisa memilih semua. Inikan Hak mereka.” Ungkap Nasrul.

Ketua komisioner KPU sarolangun Fahri, setelah mendengar perseteruan yang membicarakan tugas pokoknya sebagai penyelenggara Pemilu. Ia memaparkan agar warga binaan lapas sarolangun bisa mendapatkan hak pilihnya dan menyoblos dilapas sarolangun. KPU sarolangun akan melakukan Pemindahan Pemilih atau yang disebut dengan A5.

“Untuk persoalan ini tentunya kami akan melakukan pemindahan pemilih atau A5 namanya, dan ini akan kita lakukan 30 hari sebelum hari pencoblosan.”jelas fahri.

Berdasarkan tinjauan langsung media ini dipertemuan itu, Agar persoalan tersebut tidak terulang kembali seperti pemilihan pada waktu lalu, Kalalas meminta KPU agar mesosialisasikan ke warga binaan. Hal senada juga diutarakan Banwaslu Provinsi. (so30)