GERBANG INFORMASI KITO

Baru Dibangun, Dinding Masjid Sudah Retak

TINJAU: Lurah Pauh saat meninjau masjid raya Pauh yang baru selesai dibangun. Poto:birin

Kontraktor Janji Lakukan Perbaikan

SAROLANGUN-Pembangunan Masjid Raya Pauh tepatnya di Kelurahan Pauh, baru saja selesai dibangun melalui dana APBD tahun 2018. Namun, saat masjid tersebut berdiri megah, tenyata menuai banyak kritik dari warga. Kritik muncul karena warga menilai pembangunan ada yang janggal. Mulai dari dinding masjid yang sudah mulai retak, hingga lantai yang belum terkeramik semua.

Berdasarkan pantauan langsung harian ini, tidak sekedar dinding masjid yang kini sudah mulai retak, namun Masjid Raya Pauh yang belum memiliki nama itu, saat ini juga tidak memiliki tempat whudu.

Selain itu, pembangunan masjid juga membuat warga bingung karena tidak adanya koordinasi dan komunikasi antara kontraktor bersama pihak pemerintah setempat seperti Lurah Kelurahan Pauh.

“Kito sekarang ini bingung, apo la selesai masjid ini apo belum, kareno pihak kontraktor tidak ado kordinasi dengan kami disini, tengok la dewek lantainyo belum terkeremik semua, ditambah lagi tempat whudu belum ado,’’ Lurah Pauh Ardika Hesar saat mengajak media ini melihat-lihat keadaan masjid itu.

Atas inisiatif sendiri, Lurah Pauh melihat masjid tersebut belum memiliki tempat berwhudu, maka ia bersama masyarakat setempat sepakat telah membeli tanah disekitar masjid untuk dijadikan lokasi pembangunan tempat wudhu.

“Malah kini alhamdulillah kami berinisiatif sendiri telah berhasil melakukan pembebasan lahan sekitar masjid ini untuk tempat pembangunan wudhu baru,’’ ujarnya.

Udin, yang juga merupakan warga sekitar, ketika diwawancarai harian ini juga mengaku bahwa pembangunan Masjid Raya Pauh itu seperti asal-asalan saja.

“Asal selesai bae pembangunannyo,’’ ujar singkatnya.

Jefri, yang dikenal warga setempat sebagai kontraktor dalam pembangunan Masjid Raya Pauh itu, saat dikonfirmasi harian ini mengaku bahwa pembangunan masjid tersebut sudah selesai dibangun sesuai aturan. Ia tak menampik bahwa ada sebagian dinding masjid yang baru dibangun itu terdapat retak-retak. Jefri berjanji akan memperbaiki dinding yang retak, karena masih dalam masa pemeliharaan.

“Memang pembangunan sudah selesai, memang tidak memakai tempat wudhu, saya akui memang ada sejumlah dinding yang retak tapi itu akan kita perbaiki melalui tahap pemeliharaan nanti,’’ jawab Jefri.

Jefri saat diwawancarai harian ini, sempat menyesalkan kepada pihak warga masyarakat yang coba melaporkan hal tersebut kepada wartawan harian ini karena dianggap tidak kooperatif. Seharusnya menurut Jefri, masyarakat sekitar untuk mengkritik hasil pembangunan masjid tersebut haruslah konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak Dinas PU Sarolangun.

“Seharusnya mereka tidak melaporkan kewartawan, lasung saja konfirmasi ke Dinas PU, kalau seperti ini sama saja tidak mendukung program pemerintah,’’ kilahnya, saat dikonfirmasi melalui handphone.(se30)