8 Titik Hotspot Terpantau di Sarolangun

TERBAKAR: Salah satu kebakaran lahan yang berhasil dipadamkan. Poto:ist

SAROLANGUN –  Sebanyak 8 hotspot (titik panas, red) terpantau oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun, Jumat (11/5) kemarin.

Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sarolangun Yen Aswadi, mengatakan bahwa hotspot yang terpantau tersebut berada di lima Kecamatan, yakni Kecamatan Sarolangun ada 1 titik, Kecamatan Bathin VII ada 2 titik, Kecamatan Air Hitam ada 1 titik, Kecamatan Mandiangin ada 1 titik, dan Kecamatan Pauh menjadi titik hotspot terbanyak sebanyak 3 titik.

“Sejumlah titik hotspot yang terpantau tersebut, Tim Satgas Karhutla, terdiri dari BPBD, TNI/Polri,  langsung turun ke lokasi mengecek kebakaran lahan,  untuk melakukan pemadaman,” katanya, saat diwawancara harian ini.

Saat dilakukan pengecekan oleh tim Satgas, lanjutnya, tidak semua titik hotspot yang terpantau memang terjadi kebakaran lahan, ada satu titik hotspot yang palsu, yakni di Kecamatan Bathin VIII, karena saat dicek ke lapangan tidak ditemukan kebakaran lahan. Sementara di empat Kecamatan lainnya, memang terjadi kebakaran lahan.

“Saat dicek ke lapangan, titik hotspot ada yang palsu. Karena ditemukan tidak ada kebakaran lahan, seperti titik hotspot palsu ada di Kecamatan Bathin VIII,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan kebakaran lahan yang ditemukan oleh Satgas Karhutla, dikarenakan masyarakat membuka lahan dengan cara membakar. Maka dari itu, Ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan juga kepada seluruh pihak perusahaan untuk siap siaga memantau terjadi kebakaran lahan.

“Dari laporan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ,  saat ini sudah masuk musim kemarau mulai bulan Mei ini. Maka kita himbau masyarakat jangan buka lahan dengan cara membakar, dan jangan buang puntung rokok sembarangan di hutan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan jika masyarakat ada kesengajaan melakukan pembakaran lahan dan hutan, maka akan dikenakan sanksi sesuai aturan. Sebab, katanya dengan maraknya kebakaran lahan akan memicu terjadi bencana kabut asap.

“Kita juga dalam pelaksaan antisipasi Karhutla untuk menghadapi Asian Games 2018 di Palembang, Sumatera Selatan dan Jakarta pada bulan Agustus mendatang,  karena dikhawatirkan akan terjadi bencana asap daerah jika kebakaran lahan makin marak,” tukasnya.

Untuk diketahui, pada Senin (14/5) akan dilakukan apel pemantapan petugas Satgas Karhutla di Lapangan BPBD Sarolangun,  yang akan dipimpin langsung Bupati Sarolangun Cek Endra. (so31)