10 Penyakit Yang Sering Rawat Inap di RSUD Sarolangun

SAROLANGUN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chatib Quzwein, Kabupaten Sarolangun, mencatat daftar 10 penyakit yang ditangani oleh pihak rumah sakit pada tahun 2018 ini.

Berdasarkan data yang diperoleh oleh harian ini, 10 Penyakit Rawat Inap di RSUD Sarolangun, mulai bulan Januari hingga Bulan Juni adalah Penyakit Dyspepsia (Kembung) Sebanyak 506 orang. Hipertensi sebanyak 477 orang. Gastritis dan Duodenitis sebanyak 411 orang. Diare sebanyak 359 orang. Anemia sebanyak 352 orang, Diabetes Militus sebanyak 283 orang. Neoplasma Jinak lainnya sebanyak 177 orang, Penomania ada sebanyak 189 orang, dan penyakit ISPA ada 125 orang serta Gagal Ginjal ada sebanyak 100 orang.

Baca juga: 61 Manfaat Daun sirsak | Khasiat Daun Sirsak untuk Kesehatan

Sementara 10 Penyakit rawat jalan mulai pada Bulan Januari hingga Bulan Juni 2018 adalah Hipertensi 1.119 orang, Diabetes Militus Tipe II sebanyak 1.017 orang, Dyspepsia sebanyak 995 orang, Tuberculosis Paru sebanyak 591 orang, Asma Bronchial sebanyak 279 orang, Bronchitis sebangak 277, Congestive Heart Failure (Gagal jantung kongestif) sebanyak 234 orang, Diabetes Militus (Kencing manis) ada 202 orang, penyakit Broncho Penomania sebanyak 152 orang, dan Gastroenteritis Akut (GEA/ Diare) sebanyak 135 orang.

“Pertama dispepsia seperti kembung, jadi itu diakibatkan karena pola makan, bisa juga dipengaruhi fisikis. Ada 506 orang, dari Januari sampai Juni, kemudian hipertensi juga berhubungan dengan pola makanan dan stres juga,”terang Kabid Rekam Medis, RSUD Sarolangun, dr Ermawati

Baca juga : RSUD Chatib Quzwain Tambah Dokter Spesialis Kulit dan Neurologi

“Jadi, dianjurkan untuk mengatur pola makanan, dikurangi makanan terlalu pedas, dan yang membuat asam lambung meningkat, seperti tempoyak, apalagi dalam kondisi perut kosong, makan-makanan seperti itukan akan memicu kembung dan asam lambung meningkat,” katanya.

Baca Juga: Cegah Gigi Kuning Pada Anak dengan Dua Makanan Ini

Sementara penyakit Ispa, kata Ermawati, pada bulan Agustus ini juga mengalami peningkatan, namun tidak signifikan. Kemungkinan dikarenakan musim kemarau saat ini.

“Kalau Ispa, bulan terakhir ini saya lihat tidak terlalu meningkat secara signifikan, tapi itu tetap diwaspadai, karena dipengaruhi musim kemarau saat ini. Masyarakat harus banyak minum air putih, sayuran dan buah,” katanya lagi.(so31)